Rabu, 25 Desember 2013

Setumpah Harapan Ku

Aku memiliki bentuk fisik
Aku memiliki nama
Aku memiliki berbagai fasilitas
Aku memiliki fitur-fitur yang menarik
Aku memiliki berbagai macam benda
Aku memiliki dokumen-dokumen yang berharga
Aku memiliki segala keperluan yang dibutuhkan
Tapi,
Aku terlupakan.
Aku terdiri atas berbagai bentuk dan rupa
Aku terdiri atas berbagai warna dan cahaya
Aku terdiri atas segala yang lembut dan keras
Aku terdiri atas manusia-manusia yang berjuang demi kebutuhannya
Aku terdiri atas segala tulisan
Tapi,
Aku dibenci oleh beberapa orang.
Padaku terdapat banyak hal,
suka-duka
tawa canda
kegembiraan
pengkhianatan
persahabatan
percintaan
permusuhan
pertentangan
perselingkuhan (kadangkala)
pertautan
pertobatan
pengakuan
Tapi,
Aku tidak merasakan apapun selain merasa tak terpandang.
Padaku terdapat segalanya,
ilmu pengetahuan
kesehatan
kesalahan
keserakahan
kepintaran
teknologi
perkembangan dunia
Tapi,
Aku tidak memahami apa pentingnya semua itu bagiku.
Aku memiliki nama,
yang sering dipergunakan oleh anak kecil,
juga nama yang sama yang dipergunakan oleh saudara-saudaraku yang lain
yang meski bentuk kami berbeda
namun tetaplah sama.
Siapakah aku?
Aku,
segala yang menjadi pusat edukasi,
sekolah,laboratorium,perpustakaan,perguruan tinggi,seminari,
dan lainnya.
Tapi aku lebih senang,
jika kau dapat menyebutku...
Tempat belajar bersama.

Belajar (Kembali) Spirit Sumpah Pemuda 1928

Ketua KNPI Kota Palangka Raya

Kami Putra-Putri Indonesia,
Bertanah Air Satu
Tanah Air Indonesia
Berbangsa Satu
Bangsa Indonesia
Berbahasa Satu
Bahasa Indonesia
(Trilogi Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928)
 
Kembali, bangsa Indonesia memperingati hari Sumpah Pemuda. Tepatnya yang ke 79 tahun. Peristiwa sejarah, momen krusial yang dipenuhi spirit persatuan dalam menapaki cita-cita merdeka secara defenitif layak untuk terus dihayati dan diapresiasi para generasi penerus—baca; pemuda masa sekarang.
Memang sudah selayaknya kita belajar tentang kesungguhan perjuangan untuk rakyat. Pemuda eksponen 1928 telah menegaskan bahwa kepentingan untuk merdeka bagi semua rakyat atas penjajah adalah prioritas utama. Heterogenitas ternisbikan oleh spirit bersatu. Para pemuda yang dilingkupi dengan situasi keterbatasan dan ketertindasan mampu merancang skenario masa depan bangsanya dengan amat cerdas. Jelasnya keberanian untuk mengikrarkan kesatuan ini dilatarbelakangi spirit hidup berbangsa untuk pencapaian kemerdekaan Indonesia secara definitif terletak pada kemampuan menanggalkan egoisme kelompok dan pribadi. Seluruh elemen mengagendakan visi  politis strategis, mematahkan ke-terkotak-kan bangsa akibat politik etis kolonial. Bahu membahu membangun simbiosis mutualisme demi terciptanya kemerdekaan dan kesejahteraan hidup berbangsa.
Bagaimana dengan sekarang? Rasanya tidaklah tabu jika penulis memunculkan wacana untuk memaknai kembali ruh suci sumpah pemuda sebagai wahana kontemplasi sebelum bergerak maju menuntaskan agenda gerakan selanjutnya
Dalam kontek kebangsaan, menurut penulis gerakan pemuda sekarang terperangkap pada jebakan realitas dan pragmatisme. Ormas pergerakan tak lebih menjadi alat untuk mepet pada pusat kekuasaan. Buktinya, isu kenaikan BBM tak secara maksimal diperjuangkan oleh gerakan pemuda. Isu KKN yang super canggih mengakar tak mampu dihadapi oleh idealisme gerakan. Gerakan menjadi mandul dan miskin terobosan brilian. Para pemuda tidak mampu membuat orientasi isu, skenario gerakan yang membumi terhadap segala bentuk penyelewengan penyelanggaraan negara. Mungkinkah benar apa yang pernah disampaikan oleh Bung Rusman Ghazali bahwa para pemuda sesungguhnya telah gagal menyelamatkan Sumpah Suci 28 Oktober 1928”?
Jika memang demikian perlulah kiranya punggawa gerakan masa kini belajar dan memaknai kembali Spirit Sumpah Pemuda 1928. Caranya Pertama, menentukan common enemy dalam aktivitas gerakan. Untuk kontek sekarang isu KKN masih layak dijadikan target musuh bersama. Lihatlah para angkatan 28, mereka berhasil berkonsolidasi dengan satu kata yakni persatuan yang terangkum dalam trilogi. Selektifitas mereka yang cermat dalam menentukan isu dan sistematika gerakan terbukti dalam sejarah. Gerakan pemuda masa kini layak mempertimbangkan langkah yang sama. Berkonsolidasi menghadapi sistem yang korup dalam sistem penyelenggaran negara. Daya hancur KKN yang dasyat terhadap sendi berbangsa dan bernegara menjadi pembenar untuk melakukan ’pemberangusan’ aktivitas KKN. Namun, gelombang dan ritme gerakan harus diatur sedemikian rupa agar stamina tetap prima dan merata disegenap pemuda nusantara.
Menurut penulis, perlu sebuah ’silaturahmi akbar’ yang intens bagi segenap elemen gerakan pemuda. Komunikasi dan penyatuan persepsi yang  dibingkai oleh permusuhan abadi terhadap KKN. Dan situasi yang kondusif serta didukung perangkat teknologi komunikasi yang lengkap semakin memudahkan proses pembumian isu gerakan. Sekaligus menentukan tokoh gerakan yang mampu mempersatukan segenap elemen gerakan. Dan tokoh yang dimunculkan haruslah di back up dengan tink tank yang solid. Mengapa perlu dimunculkan tokoh baru, rasanya sosok-sosok tokoh sekarang telah uzur untuk menanggung beban idealisme gerakan pemuda. Dan jika menilik sejarah, pemuda-pemuda yang bersumpah tahun 1928 juga memunculkan tokoh-tokoh ke ruang publik. Sekali lagi langkah strategi pemuda tahun 28 layak dipertimbangkan.
Kedua, membangun sikap loyal dan totalitas terhadap platform gerakan. Ini sangat penting karena kawah candradimuka telah terkontaminasi dengan virus KKN yang amat resisten disamping itu posisi pemuda yang saat ini kian tereksploitasi oleh kepentingan penyelenggaraan yang menyeleweng dari harapan rakyat. Soekarno, Hatta, H. Agus Salim, Soenario dan masih banyak lagi memberikan contoh bagaimana loyalitas dan totalitas mereka terhadap perjuangan yang tegak pada pondasi kebenaran dan keadilan.
Terakhir, jelang pemilu 2009 biasanya pemuda akan laris bak kacang goreng. Institusi parpol atau kelompok biasanya merekrut pemuda-pemuda potensial untuk memperkuat jajarannya dalam menghadapi pesta demokrasi. Baik itu sebagai pemikir atau hanya sebagai bemper pembenar kepentingan politik sesaat. Ini menjadi ujian bagi gerakan pemuda yang berhasil belajar kambali dan meresapi makna spirit Sumpah Pemuda yang ke 79 tahun ini. Sebuah sunnatullah, himpitan arus idealisme pasti akan dibenturkan dengan pragmatisme. Wallahu ’alam

Andi Wirahadi Kusuma



“Lahir Dari Keluarga Sederhana Dan Mandiri”
Andi Wirahadi Kusuma lahir di Jakarta, 11 Maret 1983. Anak pertama dari enam bersaudara. Adik perempuan yang kedua bernama Mona Puspita Ayu, SE adalah sarjana lulusan terbaik di Fakultas Ekonomi Palangka Raya tahun 2007. Adiknya yang kedua ini juga adalah mantan aktivis mahasiswa, pernah menjadi Sekretaris Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Daerah Kalteng. Adik ketiga bernama Rika Tri Septiani, S.Pd sekarang mengajar sebagai guru di sebuah yayasan pendidikan Islam, aktivitas kesehariannya selain kuliah adalah menjadi guru ngaji bagi anak-anak putus sekolah. Adik ke empatnya yang juga perempuan bernama Sinta Ari Herdiana saat ini Kuliah di Fakultas Bahasa Inggris STAIN Palangka Raya. Adik kelima seorang laki-laki bernama Rizki Ari Sudharmono yang saat ini masih kuliah di Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Terakhir adik bungsunya bernama Aris Kurnia Hikmawan yang sedang sekolah di Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta, adiknya yang paling kecil ini bercita-cita ingin menjadi alim ulama. Ketika masih SD di MIN Palangka Raya adik bungsunya ini menjadi DA’I cilik dan sering ceramah serta memimpin doa setiap ada acara di lingkungan tempat tinggalnya.
Andi lahir dari pasangan H. Herman Goering S dan Hj. Eny Sri Sulastri. Keluarga andi dikenal sebagai keluarga yang taat beragama. Ayahnya merupakan orang Minang dan ibunya gadis betawi asli. Sejak kecil orang tuanya mendidik Andi menjadi anak yang mandiri. Sepak terjang Andi banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan dalam pembentukan kepribadiannya, ketika dia dulu menempuh SMA di Tangerang Ciputat. Walaupun disana dia banyak mempunyai keluarga, akan tetapi Andi lebih memilih hidup bersama teman-teman sekolahnya. Alasannya karena dia ingin hidup mandiri sendiri daripada merepotkan keluarganya, untuk membiayai sekolahnya Andi juga jarang berharap kepada kiriman orang tuanya. Sepulang sekolah dia menjadi sopir angkutan umum, buruh angkut, kuli bangunan dan ketika liburan sekolah dia sering mengamen dilokasi-lokasi wisata yang ada didaerah pulau Jawa sambil refreshing bersama teman-teman SMA. “saya banyak belajar dari Ayah saya, terutama dalam bergaul. “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung” ungkapnya.
Sedangkan sang ibu sering mengajarkan bagaimana kita hidup agar kita bisa menjadi orang yang berguna untuk orang lain, karena akan ada kehidupan yang kekal di kehidupan yang akan datang makanya berbuat baiklah terhadap sesama walaupun orang itu yang menyakiti kita. Ibunya sering mengajarkan agar Andi tabah dalam menghadapi hidup, karena semakin tinggi pohon akan semakin kencang angin bertiup. 
Bakat kepemimpinan Andi sudah terlihat sejak dia masih kecil, dari kelas 1 SD sampai kelas 6 dia selalu menjadi ketua kelas, setiap ada kegiatan upacara bendera diapun yang sering menjadi komandan upacara. Ketika SMP Andi aktif di Pramuka sebagai kegiatan ekstrakulikulernya. 
Semasa SMA Andi mulai tidak aktif berorganisasi di sekolah karena terbentur dengan pekerjaannya, akan tetapi Andi di sisi lain aktif dimasyarakat lingkungannya, menjadi salah satu pengurus pengajian remaja di Mushala didekat tempat tinggalnya.
Setelah lulus SMA Andi bekerja membantu adik bapaknya yang saat itu menjadi kepala Cargo TIKI dibandara Soekarno Hatta, akan tetapi Andi tidak lama bekerja disana. Karena orang tuanya memanggil pulang kembali ke Kalimantan agar membantu ayahnya bekerja disalah satu Perusahaan Konstruksi.
Disinilah Andi banyak mendapatkan pengalaman, karena ia bergaul dengan orang-orang yang sudah mempunyai gelar sarjana, maklum perusahaan ini berskala Internasional. Ketika bekerja disini Andi sering mendapat motivasi agar meneruskan kuliah agar bisa seperti senior-seniornya ditempat kerja. Saat itu akhirnya Andi memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya dan kuliah di Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.
Andi dikenal sebagai sosok yang suka berteman dan dalam bergaul. Andi jarang menilai dari status sosialnya, karena itulah Andi ketika semester II, Andi mendapat amanah dari teman-temannya menjadi Gubernur BEM Fakultas Teknik. Tentunya ini merupakan prestasi yang luar biasa, dikarenakan Andi masih tergolong muda bila dilihat dari pesaing-pesaingnya yang merupakan senior-seniornya dikampus.
Ditengah perjalanan ketika menjadi pelayan bagi mahasiswa difakultas teknik, Andi ikut bergabung disalah satu organisasi ekstra kurikuler yang tertua dan terbesar yang ada di Indonesia. Organisasi ini bernama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), ketika dia pertama kali bergabung di HMI dia ditunjuk menjadi Ketua Umum HMI di Muhammadiyah, sebuah amanah yang sangat besar yang dia emban. Karena ketika Andi bergabung pertama kali di HMI, HMI tidak mendapat restu dari pihak Rektorat. Andi dan 14 orang teman seperjuangannyalah orang yang kembali membangun HMI dikampusnya. Walaupun aktif banyak di organisasi nilai akademisnya tetap baik dan Andi selalu mendapat beasiswa dari kampus. 
Sebuah tantangan yang besar yang harus dia lewati untuk membangun HMI dikampus, tidak mudah untuk membangun sebuah organisasi di Universitas Muhammadiyah, karena ketika Andi membuka HMI di kampus mendapat tantangan keras dari pihak Muhammadiyah juga dari rekan-rekannya sesama pengurus BEM yang ada dilingkungan kampus. Andi mempunyai prinsip, orang besar tantangan yang dihadapinya juga harus besar. Dengan modal bergaul dan mempunyai semangat yang tinggi Andi berhasil mengajak hampir seluruh ketua lembaga intra kampus masuk HMI. Akan tetapi ditengah perjalanannya Andi terlena dengan dunia organisasi, ketika asyik bergelut dengan dunia organisasi Andi menemukan sebuah jati diri baru. Akhirnya Andi memutuskan transfer ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas yang sama.
Saat bergabung di Himpunan Mahasiswa Islam, Andi mulai terlibat dalam kajian-kajian dan diskusi-diskusi mengenai segala hal, mulai politik, ekonomi, hukum, sosial, agama dan seterusnya. Andi bahkan sering melakukan aksi sebagai bentuk protes terhadap pemerintah atas kebijakannya yang tak berpihak pada rakyat.
Andi dikenal sebagai sosok yang suka berteman dan punya kepemimpinan yang visioner. Beberapa pihak mengenalnya sebagai sosok yang idealis dengan komitmen tinggi. Itulah kenapa Andi banyak disukai dan disegani oleh kawan-kawannya termasuk lawan politiknya sekalipun.
Maka tidak salah ketika Andi terpilih lagi menjadi Ketua Umum HMI untuk ke dua kalinya, dalam sejarah HMI kata SEKJEN PB HMI Periode 2010-2012 dalam sejarah HMI baru dua orang yang menjadi Ketua Umum dua periode yaitu Nurcholis Madjid atau Cak Nur dan Andi Wirahadi Kusuma. Dinamika politik yang yang begitu keras, tidak mudah memang untuk bisa menjadi Ketua sampai 2 periode. Tapi berkat kerja keras dan komitmen yang tinggi terhadap pengkaderan akhirnya teman-teman seperjuangannya memberikan amanah untuk kedua kalinya.
Di Intra Kampus Andi kembali mendapat amanah untuk menjadi Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (DPM) yang merupakan lembaga Legislatif Mahasiswa. Selain aktif di organisasi mahasiswa, Andi juga aktif di organisasi luar kampus. Ada banyak kegiatan positif yang Andi lakukan untuk berkarya bagi masyarakat, dengan pengalaman organisasi yang dimilikinya Andi mencoba mengkoordinir masyarakat didaerah Kelurahan Sabaru Kecamatan Sabangau. Andi kembali dapat kepercayaan oleh masyarakat untuk menjadi sekretaris Kelompok Tani Maruta Raya dan Ketua Kelompok Pembibit Perikanan Insan Cita, didaerah ini Andi mempunyai orang tua angkat yang merupakan tokoh masyarakat.
Sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, Andi juga membangun sebuah yayasan pendidikan Al Amin. Saat ini yayasan pendidikan ini sudah berjalan dengan mendirikan sebuah SMP didaerah kereng, rata-rata muridnya dari kalangan ekonomi kebawah. Harapan Andi pendidikan tidak hanya bisa dinikmati oleh kalangan atas, tapi kalangan menengah kebawah juga harus merasakannya.
Andi saat ini juga aktif di organisasi masyarakat kepemudaan, Andi mendapat amanah menjadi Wakil Ketua DPD KNPI Provinsi Kalimantan Tengah dan Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Palangka Raya.
Dari berbagai pengalaman organisasi yang dilaluinya itu, sebagai tanda jika Andi adalah sosok aktivis dan organisatoris ulung. Dia sudah banyak pengalaman di organisasi, baik intra kampus maupun ekstra. Istilahnya, sudah banyak makan garam. Maka tidak salah ketika Andi terpilih lagi menjadi Ketua DPD KNPI Kota Palangka Raya periode 2013-2016.
****
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
A.    IDENTITAS DIRI / KELUARGA
Nama Lengkap
:
Andi Wirahadi Kusuma
Nama Panggilan
:
Andi
Tempat Tanggal LAHIR
:
Jakarta, 11 Maret 1983
Alamat Rumah
:
Jl. Meranti No. 32 Kel.Panarung, Kec. Pahandut
Kota Palangka Raya
Nama Orang Tua


Ayah
:
Ayah H. Herman G
Ibu
:
Ibu Hj. Eni Sri Sulastri
Saudara
:
1.   Mona Puspita Ayu, SE
2.   Rika Tri Septiani, S.Pd
3.   Sinta Ari Herdiana
4.   Rizki Ari Sudarmono
5.   Aris Kurnia Hikmawan


B.    RIWAYAT PENDIDIKAN
1.  SDN Langkai 19 Palangka Raya
2.  SMP Muhammadiyah Palangka Raya
3.  SMA Muhammadiyah 8 Ciputat Tangerang
4.  Sedang Menempuh S1 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UM Palangkaraya


C.    PENDIDIKAN NON FORMAL / TRAINING
1.  Latihan Kader I (Basic Training) HMI Cabang Palangka Raya Tahun 2008
2.  Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) Regional Kalimantan BEM Universitas Negeri Palangka Raya Tahun 2009
3.  Advance Training Nasional BEM Universitas Negeri Makasar Tahun 2009
4.  Pelatihan Penalaran Ilmiah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Tahun 2009
5.  Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pemuda Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2009
6.  Latihan Kader II (Intermediate Training) Tingkat Nasional HMI Cabang Bogor Tahun 2009
7.  Pendidikan Politik Generasi Muda KALTENG 2011


D.    RIWAYAT ORGANISAS
1.     Ketua BEM Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Periode 2008 - 2009
2.     Ketua HMI Komisariat Ahmad Dahlan UM Palangkaraya Periode 2008 – 2009
3.     Ketua HMI Komisariat Ahmad Dahlan UM Palangkaraya Periode 2009 – 2010
4.     Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa UM Palangkaraya Periode 2010 – 2011
5.     Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cabang Palangka Raya Periode 2011 – 2012
6.     Ketua Bidang Internal HMI BADKO KALSEL-TENG Periode 2010 – 2012
7.     Wakil Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Kalimantan Tengah Periode 2010 – 2013
8.     Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Palangka Raya Periode 2010 – 2014
9.     Sekretaris Kelompok Tani Maruta Raya Kota Palangka Raya Tahun 2011 s/d Sekarang
10. Ketua Kelompok Pembibit Perikanan Insan Cita Kota Palangka Raya Tahun 2012 s/d Sekarang
11. Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Islam Al Amin Palangka Raya 2012 s/d Sekarang
12. Ketua SATGAS (Satuan Tugas) Pemuda Siaga Bencana Provinsi Kalimantan Tengah Periode 2012- 2015
13. Koordinator Wilayah Kalimantan Tengah Developer Muda Indonesia 2013 s/d Sekarang
14. 14.  Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Palangka Raya Periode 2013 – 2016

E.     PIAGAM PENGHARGAAN
Piagam Penghargaan Oleh Gubernur Kalimantan Tengah Dalam Kegiatan Bakti Pemuda Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2008.


F.     RIWAYAT PEKERJAAN
1.     Wakil Direktur CV. ALDI JAYA
2.     Direktur CV. INSAN CITA


“SOLUSI KAUM MUDA UNTUK NEGERI”